Opini

Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Kondisi Kesehatan Masyarakat di India

Apiknews.com – India merupakan salah satu negara di Kawasan Asia Selatan yang mengalami dampak dari Climate Change atau perubahan iklim. Perubahan iklim ini memberikan dampak secara signifikan mengingat jumlah penduduk dan tingkat kemiskinan yang sangat tinggi di India. Menurut Bank Pembangunan Asia, daya beli penduduk India sekitar $1,90 per hari dan populasi berada di bawah garis kemiskinan.

Dilansir dari Earth Observatory dalam penenelitiannya, pada awal Juni 2019 gelombang panas yang hebat menghanguskan India utara. Beberapa daerah mengalami suhu yang melebihi 45 ° C (113 ° F) selama lebih dari tiga minggu. Pada 10 Juni 2019 ,kota  Delhi mencapai suhu 48 ° C (118 ° F). Minimnya curah hujan selama musim pra-monsun membuat kondisi suhu yang semakin panas. Kota Delhi juga pernah mengalami penurunan suhu akibat hujan pada 11 Juni hingga 12 juni 2019 dan disertai badai debu. Akibat gelombang panas tersebut India mengalami kondisi terburuk dan menelan banyak korban jiwa. Kematian yang disebabkan oleh gelombang panas, kekeringan berkepanjangan, dan kebakaran akan meningkat di tahun-tahun mendatang. Data menunjukan lebih sedikit kematian karena suhu dingin yang ekstrem, akan tetapi efek negatifnya akan jauh lebih banyak daripada yang positif. menanggapi hal ini pemerintah India diminta cepat tanggap dalam menangani kasus tersebut.

India’s Water Wars ( Sumber: Indian Express)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa suhu ekstrim juga terkait dengan malnutrisi, yang mereka anggap sebagai krisis. Kurangnya air minum saat suhu melonjak menyebabkan dehidrasi parah dan sengatan panas. Kota Punjab yang merupakan wilayah penngurunan menunjukkan keadaan nyata dari perubahan iklim, dengan sedikit atau tanpa curah hujan dan suhu tinggi yang membuat hampir tidak mungkin untuk memanen tanaman. Karena ketergantungan India yang besar pada sektor batu bara, jutaan penduduk India menderita masalah pada sistem pernapasan akibat menghirup asap, hal ini menunjukan bahwa kematian akibat peningkatan suhu juga cenderung meningkat. Hal yang mengkhawatirkan adalah banyak kota di India berada di tengah krisis polusi udara. Delhi khususnya dilanda awan asap beracun yang mengandung lebih dari enam kali tingkat polutan yang dapat diterima, yang menyebabkan masalah pernapasan yang serius. Beberapa bahkan memperkirakan bahwa separuh dari seluruh anak di kota itu menderita penyakit paru-paru yang parah.

Akibat dari perubahan iklim yang berubah-rubah, penduduk India juga dikhawatirkan akan mengalami penyakit yang menular. Kondisi iklim yang tidak menentu menyebabkan vektor dan laju replikasi patogen yang sensitif. Salah satunya adalah penyakit malaria. Nyamuk yang diduga dengan mudah menigkatkan reproduksi dan kematangan saat suhu naik dan proses penularannya dengan mudah melalui gigitan. Malaria merupakan salah satu masalah di India, kecuali daerah dengan ketinggian di atas 1800m seperti Himalaya dan beberapa daerah pesisir.

Dalam Perjanjian Paris yang telah diratifikasi India pada 2015 untuk berkontribusi dalam masalah perubahan iklim global dirasa belum cukup. India telah berkomitmen untuk menciptakan penyerap karbon kumulatif sebesar 2,5-3 miliar ton setara karbon dioksida pada tahun 2030. Saat ini, hutan dan tutupan pohon India sekitar 24% dari wilayah geografisnya. B India berulang kali menggarisbawahi bahwa mereka ingin membawa setidaknya 33 %  dari total wilayahnya dalam perlindungan hutan hijau. Draf Kebijakan Hutan Nasional India 2018 juga menyebutkan bahwa untuk mencapai tujuan nasional keamanan lingkungan, negara tersebut harus memiliki minimal sepertiga dari total luas lahan di bawah hutan dan tutupan pohon. Laporan, ‘Truth Behind the Climate Pledges’, yang diterbitkan oleh Universal Ecological Fund, sebuah organisasi penelitian nirlaba yang berbasis di Amerika Serikat yang bekerja pada isu-isu yang berkaitan dengan perubahan iklim, memberikan pemeriksaan tentang janji iklim oleh panel ahli dari Amerika Serikat. Kerajaan, Amerika Serikat, Argentina, dan Austria. Para ahli yang terdiri dari ilmuwan iklim dan mewakili organisasi ilmiah, memeringkat negara-negara tersebut berdasarkan komitmen mereka untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengidentifikasi kelemahan dalam janji sukarela.

Gisela Andaresta
Mahasiwa Hubungan Internasional, UKI Jakarta

Pengirim

Sumber referensi :

https://www.worldbank.org/en/news/feature/2013/06/19/india-climate-change-impacts

https://earthobservatory.nasa.gov/images/146596/airborne-particle-levels-plummet-in-northern-india

https://india.mongabay.com/2019/11/paris-agreement-goals-india-needs-to-double-forest-cover-expansion-rate/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button