HeadlineMetropolis

KAMMI Mengutuk Kasus Perusakan Kantor PII dan GPII

Apiknews.com, Jakarta – Kantor Pelajar Islam Indonesia (PII) Menteng 58 Jakarta Pusat diobrak-abrik aparat kepolisian, Selasa malam (13/10). Berdasarkan video yang beredar, terdapat darah segar di lantai kantor PII setelah diobrak-abrik aparat kepolisian.

Penanggung Jawab Sementara Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) Susanto Triyogo mengutuk peristiwa penyerangan oleh oknum aparat yang diduga dari Kepolisian.

“Terhadap peristiwa penyerangan di PII dan GPII, saya sebagai Pjs Ketum PP KAMMI mengutuk keras. Kantor dan Pengurus Organisasi Aktivis adalah marwah yang harus dilindungi,” ujar Susanto pada Konferensi pers organisasi OKP Islam (KAMMI, PII, GPII, Hima Persis, HMI MPO, SEMMI, Pemuda Muslim, JPRMI, dan Pemuda Al Wasliyah) yang dilakukan di kantor PII Pasca kejadian pengrusakan (14/10).

Susanto kemudian meminta kepada Kapolda Metro Jaya untuk mengusut dan menindak tegas oknum pelaku, dan memberikan sanksi tegas terhadap perbuatan oknum tersebut dan meminta Maaf di depan Media dan Publik.

“Saya meminta kepada Kapolda Metro Jaya segera menindak tegas oknum kepolisian yang melakukan aksi ini, segera beri sanksi dan proses hukum, dan juga meminta maaf atas kejadian ini di depan pers dan publik, kami dari kalangan aktivis akan turut mengawal sampai kasus ini selesai,” ucapnya. (smr)

==

Kronologi Penyerangan dan Perusakan Kantor GPII dan PII
Sejak Selasa siang (13/10), Sekretariat GPII dan PII di Jalan Menteng Raya No.58 Jakarta Pusat menjadi tempat parkir dan transit peserta Aksi Tolak Omnibus Law, kegiatan berjalan lancar hingga pukul 16.00. Sebelumnya, massa dari arah Tugu Tani dipaksa mundur hingga masuk ke tempat transit, hingga saat itu kondisi kembali aman.

Pukul 19.00 WIB peserta aksi mulai berangsur pulang ke tempat tinggal masing-masing, beberapa masih beristirahat di Kantor PII.

Pukul 19.40 WIB terjadi keributan di Jalan Kramat Raya, warga dan massa aksi menonton keributan dari Tugu Tani dekat sekretariat PII.

Namun, sesaat setelah itu datang pihak kepolisian dari arah Tugu Tani dan Jalan Menteng Raya. Warga dan Massa yang sedang menonton keributan pun panik lari berhamburan ke Sekretariat GPII dan PII.

Melihat itu, polisi secara beringas melemparkan gas air mata ke Sekretariat.

Pada pukul 19:50 Usai menembakkan gas air mata, pihak kepolisian pun masuk ke dalam kantor mendobrak dan memecahkan kaca pintu.
Perlu diketahui, di dalam kantor tidak semua berisi massa aksi, ada warga dan pengurus yang sedang berkantor, salah satunya seorang ibu beserta bayi yang baru berumur 3 bulan, beserta anak usia 2 dan 3 tahun terpapar gas air mata.

Penangkapan dan pemukulan pun mulai dilakukan oleh pihak kepolisian, beberapa pengurus ada yang luka akibat tertembak selongsong gas air mata. Usai itu warga dan pengurus serta massa aksi pun diangkut oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan para saksi, 16 orang yang ditangkap oleh aparat kepolisian kantor PII dan GPII diantaranya sebagai berikut, Filky (GPII), Rivaldi (GPII), Ismail (GPII), Dody (GPII), Iskandar (GPII), Deny (GPII), Anja Hawari Fasya (ketua PW PII Jakarta ), Moch Syafiq Lamenele (Ketua PD PII Jakut), Miqdadul Haq (Bendum PD PII Jakut ), Khaerul Hadad (Kastaff Teritorial Koorwil Brigade PII Jakarta), Lulu Bahijah Sungkar (Kastaff Adlog Koorwil Brigade PII Jakarta), Zaenal Abidin (Kader PII Jakut), Mahmud Saadi (Kabid PPO PW PII Jakarta), Agung Hidayat (Staff KU PW PII Jakarta), Asep Saeful Rohman (PB PII) dan Zulherman (KB PII). (smr)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button