In Way

Kakek Masih di Depan Kaca

Androecia Darwis, Penulis Kolom "In Way"

Apiknews.com, In Way – Ketika kakek berada di depan kaca menatap wajah sang kembaran, ada yang berubah, keriput sudah mulai tampak, kulitpun tak lagi sehalus dulu meskipun perut bertambah maju. Dan ketika giliran mulut yang dibuka, beberapa gigi sudah tak nampak lagi, aus ditelan zaman, menghilang di tangan dokter gigi. Oleh karena itu ketika melihat wajah di depan kaca, jangan pernah sambil melamun, khawatir tafsiran dikejar usia melayang-layang terbawa pikiran.

Jika ingin melihat sesuatu, cukup satu aspek saja. Udah, itu saja cukup, jangan tambah aspek lainnya. Maka, lihatlah aspek rambut saja yang ada di kepala. Warna putihnya tambah banyak, sebaliknya warna hitam kian menghilang. Kalau mau sedikit lebih dalam, maka konon katanya ketika rambut hitam menghilang dan rambut putih kian banyak, berarti yang punya rambut sudah meninggalkan dunia hitam. Memperbanyak pahala, men-delete dosa. Benarkah demikian? Wallahu a’lam, semoga demikian.

Masih di depan kaca, lalu amati lagi rambut itu. Dulu panjangnya normal-normal saja, masih pantas untuk mengaca diri. Sekarang kenapa menjadi panjang, gondrong ibarat anak muda. Ada apa gerangan? Ingin kembali mudakah? Jelas tak mungkin, sangat tidak elok dipandang mata rambut ubanan, trus gondrong lagi. Rambut gondrong harus sering disisir, agar tak kelihatan kusut. Pertanyaannya, apakah masih pantas si kakek ini setiap saat ngaca, memegang sisir? Mau bersolek buat siapakah?

Masih di depan kaca, si kakek bergumam, hemmmm tak boleh lama-lama melihat kembaran, khawatir pikirannya melayang lagi kemana-mana. Biarlah wajah tua itu tetap tua, dan sudah saatnya menua, mau apa lagi? Tak usah serius-serius amat, kala hanya rambut menjadi gondrong bukankah itu hanya dampak dari perintah kawalan pergerakan, pembatasan sosial berskala besar, lockdown, social distancing, physical distancing, mari ber-dancing.

Oh maaf, terlanjur ing-ing, yang terakhir anggap saja tak ada. Apa dampaknya? Ayo apa? Yang jelas kedai/warung tukang cukur menutup pintu. So pasti kita nggak dapat masuk, gimana mau gunting rambut? Mau tempat yang lebih mewah, barbershop? Sama saja, itu juga barangnya, tutup juga tempatnya. Percuma juga kesana.

Masih di depan kaca, eh maaf keliru, karena kali ini sudah jauh dari kaca. Bukankah tadi sudah dilarang mendekati kaca? Baiklah, kita teruskan. Dahulu orang-orang bijak berkata, tak satu jalan ke roma. Dengan demikian berarti ada banyak jalan ke roma, benarkah demikian? Untuk saat ini perkataan orang-orang itu tak lagi bijak, karena jangankan ke roma, keluar Jabodetabek saja pintu sudah tertutup gegara kawalan pergerakan, apatah lagi jalan menuju ke roma. Kecuali mau pangkas rambut, masih ada jalannya.

Ingat ya, kata-kata apatah itu tidak salah, bukankah zaman Buya Hamka cara nulisnya demikian? Jadi jangan protes, sikit-sikit tulisan ini ada nuansa melayunya lo. Oke kita kemon, lanjut. Melihat permasalahan kakek, si Sulung berkata, hubungi saja barbershopnya lewat telpon, kemudian petugasnya dengan senang hati akan datang ke rumah. Oh ternyata kakek kurang update info, syukurlah. Ahsyiaaap, dengan gembira kakek menunggu Akhung Tucupang alias Akhung tukang cukur panggilan datang ke rumah.

Akhung datang dengan peralatan lengkap, pakai masker, sarung tangan, semua alat disemprot-semprot dulu. Maskerpun dipakai secara benar, tidak hanya sekedar digantungkan di telinga. Bismillah, dan mulailah alat cukur Akhung menari-nari di kepala. Cepat, profesional dan rapi. Baguskah? Kakek promosikan saja Akhung, bagus bro. Dan terakhir kita mesti melanggar lagi nasehat menjauhi kaca, soalnya Akhung mengeluarkan kaca dari tasnya sembari menarok mendekat ke kepala kakek.

Usai menengok kaca kakek merasa puas, puas dan puaaaaas. Khung, nih bonus buat lu. Biasalah kalau senang wajarlah, ada saja yang memberikan tips. Dah, begitu aja. Kata orang Samarinda: “selesai sudah”, tapi kata orang Bogor: “sudah selesai”. Mengubah susunan kata tak mengubah makna, itulah endonesiah. Daaaaaaag, selamat puasa.

(Bgr-Adc, 26.04.20)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button