Bisnis

Hadapi Era Baru, UMKM Samarinda Harus Beradaptasi

ApikNews.com, Samarinda – Saat ini Indonesia berada di era revolusi industri 4.0 yang hampir semua kegiatannya termasuk bisnis dan usaha akan bersinggungan dengan digitalisasi. Oleh sebab itu, dalam menghadapi perubahan era ini Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perindustrian Kota Samarinda menggelar Program Peningkatan Digitalisasi UMKM di Aula Gedung Graha Ruhui Rahayu, Jalan Juanda, Sabtu (12/09/2020).

Acara yang  juga diadakan secara online melalui Zoom Meeting dan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddin, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Yudhistira dan Kepala Dinas Perindustrian Kota Samarinda Muhammad Faisal.

Sekretaris Pemerintah Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddin mengatakan, menghadapi pandemi Covid-19 Samarinda masuk dalam tahap mengkhawatirkan, sehingga masukan dan saran demi peningkatan kebijakan yang mengarah pada terbentuknya iklim usaha yang kondusif di Samarinda menurutnya haruslah mendapat perhatian yang serius dari OPD terkait.

“Pada tanggal 13 Juli 2020 lalu, Pemkot Samarinda telah melaunching Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Germas-BBI) dirangkai dengan penyerahan bantuan sosial UMKM yang terdampak Covid-19,” kata Sugeng saat mengawali sambutannya.

Mantan Camat Sungai Kunjang ini berharap kepada seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk bertukar pengalaman, bertukar ide-ide kreatif dan memperkaya pengetahuan,” tambah Sugeng yang juga sempat menjabat Kabag Humas dan Protokol ini.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia pada kesempatan itu juga menyampaikan kehadiran digitalisasi di segala aspek kehidupan semakin nyata terutama di masa pandemi Covid-19 ini, tidak terkecuali kepada UMKM. Menurutnya UMKM harus beradaptasi dengan kebiasaan baru diantaranya berjualan secara online, serta memfasilitasi pembayaran digital atau non tunai.

“Penggunaan sarana digital tersebut memberikan manfaat yang signifikan diantaranya efisiensi ekonomi, serta meningkatkan inklusi, namun masih banyak UMKM di Kaltim yang belum mengoptimalkan sarana digital tersebut,” terang Yudhistira.

Sementara Faisal mengatakan kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari ini setiap harinya hanya diikuti sebanyak 25 orang peserta yang merupakan pengrajin baik kayu, fashion dan aksesories. (smr)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button